06 Februari 2015

Share Potongan Ayat Qur'an

Karena kemaren2 ada kejadian yang menimpa beberapa siswa/i Mts. Negeri slawi (you know lahh kejadiannya apa). Ya mirip2 lah sama gambar dibawah ini.

 
Makanya kali ini pa akbar pingin nyoba mbagi’in link download berupa file MP3 ayat-ayat Qur’an dan teks-nya yang biasa kita baca tiap pagi. Ya mudah2an bisa bermanfaat dan bisa diputar terus tiap hari di HP atopun di komputermu. Jadi jangan lagu2 korea atau lagu galau terus yang diputar yaa :D

File ini berupa potongan2 ayat yang pak akbar gabungin biar memudahkan aja. Siapa tau karena sering mutar, lama2 kan bisa hafal tuh.. Kan kata orang, karena sering mendengarkan maka lama2 bisa jadi hafal. Tapi tergantung juga sih yaa.. (tergantung apa yah?)

(Pak akbar kebanyakan ngomong nehh!!)

Oke-oke, dibawah ini link download yang pak akbar sediakan lewat mediafire. Jadi klik aja judul file-nya, trus klo udah ada tulisan DOWNLOAD-nya ya tinggal download aja. Jangan lupa say Thanks yaa :D

  1. File MP3 Potongan Ayat
  2. File Teks Potongan Ayat

Oya sekedar info, qori yang membaca ayat2 ini namanya Syech Mishary Rashid Alafasy dari Kuwait. Suaranya itu lhoo.... (laka-laka).

Sekian dulu ya... tunggu posting berikutnya.

Share on :

Posted on 10.04 | Categories:

03 April 2014

Menamkan jiwa disiplin terhadap peserta didik melalui Ekskul PBB

Alhamdulillah berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, hari ini telah dimulainya kembali kegiatan rutin ekskul Paskibra MTs. Negeri Slawi Kab. Tegal. Kegiatan yang diikuti oleh 3 siswa putra dan 15 siswa putri ini lebih menekankan kepada materi-materi dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB).

 

Menurut instruktur dari SMK Peristek Pangkah, yaitu Mas Muhamad Pandu Winarto dan Mas Amin Khoerudin, PBB kali ini masih mempraktekkan materi dasar berupa sikap sempurna, aba-aba, hadap kanan hadap kiri, belok kanan dan belok kiri, jalan di tempat dan istirahat di tempat serta materi dasar lainnya.

Kalau tadi saya cermati, antusiasme peserta cukup tinggi, karena memang diselingi dengan candaan dan gurauan supaya tidak cepat bosan. Selain itu menurut penuturan dari Mas Pandu, bahwa kali ini yang bersangkutan masih belum bisa memberikan disiplin yang ketat layaknya PBB yang sesungguhnya, karena memang dikembalikan ke Nalarnya anak-anak. Apakah dia mau sungguh-sungguh ikut atau sekedar menggugurkan kewajiban keikutsertaannya dalam kegiatan ini alias yang penting hadir.

 

Ketika ditanya tentang pengaruh PBB terhadap kedisiplinan anak. Dengan mimik yang serius tapi santai, mas pandu memberikan pandangan dengan pengalaman serta apa yang dialaminya hingga sekarang. Bahwa kegiatan PBB berdampak positif terhadap kedisiplinan anak. Mulai dari setiap kesehariannya yang “berasa” sedang PBB, serta fokus dan semangat dalam kegiatan belajar mengajar, hingga sikap menghargai terhadap sesama.

Dengan penuh semangat, Mas Pandu menceritakan pengalamannya ketika masih berada di bangku sekolah. Saat itu dirinya dipanggil oleh seorang guru, dan secara refleks mempraktekkan dengan sikap sempurna sambil menghentakkan kaki dan berteriak “SIAPP!” layaknya sedang PBB. Ah ada-ada saja ya mas...

 

Lalu di akhir pembicaraan, saya bertanya apa pesan terhadap peserta kegiatan kali ini?. Dan dengan tatapan mata yang memandang jauh sekali (entah kemana), mas pandu berpesan kepada semua adik-adik peserta untuk tetap semangat dan fokus, tetap semangat dan fokus tetap semangat dan fokus. Insya Allah hari esok kan lebih baik. Wahhh superrrr sekali mas pandu ini.

Oke. Demikian yang bisa saya laporkan dari kegiatan di sore yang sedu sedan dan melankolis ini. Monggo...

 

Slawi, 3 April 2014.

Foto: dukumen pribadi.


Share on :

Posted on 18.51 | Categories:

Saya suka foto. Kalau kamu?

Salah satu hobi saya adalah foto memfoto. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia yang saya kutip dari situs wikipedia, arti kata foto adalah gambar diam, yang dihasilkan oleh kamera yang merekam suatu obyek atau kejadian atau keadaan pada suatu waktu tertentu.

 

Ya, saya suka mengabadikan sesuatu melalui foto. Sejak SMA saya sudah menyukai yang namanya kegiatan foto-memfoto. Saya tidak mau menyebutkan dengan sebutan fotografi, karena memang saya menyadari tingkatan saya belum setinggi kalimat tersebut.

Kembali ke foto-memfoto, ketika SMA saya pernah meminjam sebuah kamera Film milik teman sekelas kala itu. Dari situ saya mulai suka sama sesuatu yang berhubungan dengan foto dan berlanjut hingga sekarang.

Saat ini, sudah banyak kemudahan yang bisa kita lakukan untuk kegiatan foto-memfoto. Mulai dari HP berkamera, kamera digital, hingga DSLR berbagai kelas sudah mampu mengabadikan momen-momen yang terjadi di sekitar kita. Tapi perlu diingat juga, area “Privasi” itu tetap ada. Jangan sampai hobi kita malah membuat pihak lain merasa tidak senang. Yang penting kita tetap menjaga etika dan aturannya.

 

Kembali ke hobi saya, terkadang di tengah kesibukan di tempat saya bekerja, saya luangkan waktu untuk sekedar memfoto kegiatan siswa. Entah itu yang tidak penting-penting amat, hingga kegiatan siswa yang memang saya ditunjuk menjadi panitia bagian dokumentasi. Namanya juga untuk mengasah kemampuan, kita butuh yang namanya “jam terbang” untuk menguasai alat foto kita.

Tidak ada rasa jenuh yang saya alami hingga saat ini. Karena satu foto kadang memberikan kita beribu pengalaman dan berjuta cerita. Walaupun kadang tak sedikit juga yang betul-betul mengkritik foto saya seenaknya saja tanpa dasar yang jelas. Tapi semua itu saya jadikan masukan yang baik untuk saya. Sehingga saya bisa mencari referensi gratis yang beredar di internet yang bisa saya pelajari. Toh, banyak juga yang tetap mengapresiasi hasil foto saya. Termasuk majalah “AT TARBIYAH” MTs. Negeri Slawi yang terbit secara internal tiap semester, selalu menggunakan foto saya di rubrik “Bidik Lensa”. Dan semua itu saya anggap sebagai pembelajaran saja. Kan banyak juga yang bilang “Sebuah Foto itu bersifat relatif”, jadi kembalikan saja ke penilaian masing-masing. Saya sih enjoy aja... dan akan terus dan tetap berkarya semampu saya.

 

Di akhir tulisan ini, saya ingin berpesan kepada diri saya sendiri dan buat orang-orang yang sedang menekuni sesuai bidangnya masing-masing. Bahwa penilaian orang pasti berbeda, tinggal bagaimana kitanya saja yang menyikapi. Karena memang itulah seninya hidup, nikmati saja dulu aja.

Oke bro...?

 

Slawi, 3 April 2014
Foto: dokumen pribadi.

Share on :

Posted on 12.33 | Categories:

Mengapa saya begitu mengidolakan Valentino Rossi?

Tulisan ini saya tulis untuk menanggapi beberapa komentar yang tertuju kepada saya. Salah satunya ada yang nyeletuk bilang “Bisane gambare Rossi terus sih bar? Kan saiki wis kalahan.” (Kenapa gambarnya rossi terus sih bar? Kan sekarang udah sering kalah.) kurang lebih terjemahannya seperti itu.

Menurut saya pribadi begini, mau Rossi kalah terus atau menang terus pun tidak ada pengaruhnya buat saya. Toh karena saya memang tidak hidup dari penghasilannya Rossi... Hehe.

 

Yang saya jelaskan disini itu kenapa saya mengidolakan Rossi ya karena selain dari sisi dia seorang pebalap MotoGP juga dari sisi personalnya serta pengaruh di lingkungan sekitar Rossi. Misalnya begini, ada beberapa yang mengatakan Rossi itu ya identik dengan MotoGP, sebaliknya juga MotoGP untuk era saat ini ya identik juga dengan Rossi (koreksi saya klo salah).

Menurut saya lagi nih, belum ada yang bisa menggantikan posisi dia sebagai seorang “entertainnya” MotoGP, walaupun saat ini ada beberapa rider yang cukup punya nama. Pasti sudah pada tahu lah siapa-siapa saja nama-nama tersebut (belum bro.. sebutin dong!). Okelah, saya sebutkan. Misalnya ada Dani Pedrosa yang berasal dari negara Matador alias Spanyol yang memulai debut MotoGP-nya pada tahun 2006. Selain itu ada juga Jorge Lorenzo yang juga berasal dari Spanyol yang kita tahu dulunya sering bersitegang dengan Rossi. Sampai-sampai garasi Yamaha dibelah jadi dua untuk memisahkan mereka berdua. Kemudian yang terakhir ada si “Baby Alien” alias Marc Marquez yang juga berasal dari Spanyol. Melakukan debutnya pada Musim 2013, si baby alien ini langsung menjadi Juara Dunia. Dan sekedar info kecil, dalam sejarah MotoGP hanya ada 2 rider yang melakukan debut MotoGP dan langsung menjadi juara dunia di tahun tersebut, yaitu Kenny Robert yang berasal dari Inggris yang melakukan debut MotoGP-nya pada musim MotoGP tahun 1978 (koreksi juga klo saya salah), dan yang terakhir yang masih hangat adalah pada Musim 2013 yang lalu yaitu Seorang Marc Marquez itu sendiri.


Okelah, sekarang kembali ke Rossi. Lalu mengapa saya begitu mengidolakannya? (kasih tau ega yaa....)

emm kasih tau aja deh...

Oke...

Begini ya, saat ini rossi masih menjadi “IKON” sebuah kejuaraan terkemuka di dunia. Itu yang menjadi alasan saya mengapa mengidolakannya. Lihat saja, kalah ataupun menang, rossi tetap menyuguhkan aksi-aksi yang cukup menarik dan jadi pusat berita didalam maupun di luar lintasan. Ya secara kasarannya bisa saya bilang ketika mendengar kata “MotoGP” maka orang akan langsung berpikiran ke sosok yang bernama “Valentino Rossi” ini.

Itu yang ingin saya tiru, saya ingin sekali menjadi “sesuatu” yang ketika “sesuatu” itu disebut, maka pikiran orang akan langsung tertuju ke saya, ya minimal di lingkungan terdekat dulu (ya..ya..ya..). Dan itu ternyata memang tidak mudah. Kita harus punya “modal” untuk menuju kesana. Ya tidak usah saya sebutkan lah. Yang penting Intinya di usia yang sudah 35 tahun ini Rossi tetap menjadi sebuah “IKON” yang entah sampai kapan itu akan terus dia sandang dan pada akhirnya pun Rossi menjadi “Legenda Hidup” sebuah kejuaraan dengan 9 Gelar juara dunia dan rekor-rekor yang lainnya yang belum bisa dilewati oleh rider-rider muda era sekarang.

Jadi, menurut anda?

 

Slawi, 3 April 2014.

Sumber foto Rossi:

  1. Editan pribadi
  2. http://nimg.sulekha.com/sports/original700/valentino-rossi-2009-6-26-9-21-38.jpg
  3. http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/jorge-lorenzo-valentino-rossi-dani-pedrosa-dan-marc-marquez.jpg
  4. http://photos.motogp.com/2013/07/18/46rossi,93marquez__s1d8855_original.jpg

Share on :

Posted on 08.33 | Categories:

02 April 2014

9 Fakta Mengagumkan tentang Candi Borobudur


  1. Candi Borobudur dibangun antara abad ke-8 dan ke-9, 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.
  2. Candi Borobudur memiliki luas 123x123 m2 dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. UNESCO mengakuinya sebagai salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.
  3. Candi Borobudur memiliki 2672 panel relief yang bila disusun berjajar akan mencapai panjang 6 kilometer! UNESCO memujinya sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan paling lengkap di dunia, tak tertandingi dalam nilai seni, setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.
  4. Candi Borobudur dibangun dari 60.000 meter kubik batuan vulkanik dari Sungai Elo dan Progo yang terletak sekitar 2 km sebelah timur candi.
  5. Candi Borobudur memiliki 100 talang air berbentuk makara (patung ikan berkepala gajah) sebagai saluran air sekaligus untuk menambah keindahan candi. Dahulu, air hujan yang mengalir melalui makara akan terlihat seperti air mancur.
  6. Candi Borobudur adalah puzzle raksasa yang tersusun dari 2 juta balok batu vulkanik yang dipahat sedemikian sehingga saling mengunci (interlock).
  7. Berhubung saat itu sistem metrik belum dikenal maka satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.
  8. Candi Borobudur dibangun selama 75 tahun di bawah pimpinan arsitek Gunadarma, tentu saja tanpa bantuan komputer :)
  9. Sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11, Candi Borobudur menjadi tempat peziarahan umat Buddha dari China, India, Tibet, dan Kamboja.
 

Berpijak pada fakta-fakta tersebut maka tidak diragukan lagi bahwa Candi Borobudur menjadi salah satu jejak sejarah paling penting dalam perkembangan peradaban umat manusia. Kemegahan dan keagungan arsitektur Candi Borobudur merupakan harta karun dunia yang mengagumkan dan tak ternilai harganya.


Sumber : yogyes.com 
Foto: Dok. Pribadi 
Share on :

Posted on 13.26 | Categories: